PENERAPAN ILMU DATA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI KEMENTRIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH UNTUK OPTIMALISASI DISTRIBUSI GURU DI DAERAH TERTINGGAL
DOI:
https://doi.org/10.52496/identitas.v5i1.695Kata Kunci:
database, pengambilan keputusan, pendidikan dasar, daerah tertinggal, pemerataan pendidikanAbstrak
enerapan ilmu data dalam pengambilan keputusan di Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah(Kemdikbud) dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan distribusi guru,
khususnya di daerah tertinggal. Masalah ketimpangan distribusi guru antara daerah maju dan
tertinggal seringkali menghambat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Artikel ini
membahas bagaimana ilmu data, melalui teknik analisis seperti pemodelan prediktif, algoritma
optimisasi, dan visualisasi data, dapat membantu merencanakan distribusi guru yang lebih
efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan data yang akurat mengenai demografi, geografis,
kualifikasi guru, dan infrastruktur sekolah, Kemdikbud dapat mengambil keputusan yang
berbasis bukti untuk memprioritaskan penempatan guru di daerah yang paling membutuhkan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dapat mempercepat proses pengumpulan dan analisis
data, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan distribusi guru.
Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil dan kualitas
data yang tidak selalu konsisten, penerapan ilmu data diharapkan dapat memperbaiki sistem
distribusi guru, meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tertinggal, dan mendukung
pemerataan akses pendidikan yang lebih baik di seluruh Indonesia.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nopelia Nuraeni, Dea Siti Nuraeni, Nuur Jihaan Shoolihah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


